5 Tren Alkohol 2026
Lima tren Alkohol 2026 di kalangan Gen Z , yang menegaskan pergeseran selera dan gaya hidup mereka, Kira-kira seperti apa ya ?
- Dominasi Mutlak RTD (Ready-to-Drink) dan Hard Seltzer
Gen Z meninggalkan bir konvensional yang pahit dan beralih ke koktail kalengan praktis (pre-mixed) serta hard seltzer. Mereka mencari minuman berbasis spirits (seperti gin, vodka, atau tequila) dengan profil rasa buah yang segar, manis seimbang, dan mudah diminum tanpa repot meracik.
- Zebra Striping dan Fleksibilitas NoLo
Gen Z tidak sepenuhnya berhenti minum, melainkan menerapkan teknik zebra striping—berganti-ganti antara minuman beralkohol dan mocktail/minuman non-alkohol dalam satu sesi nongkrong. Minuman berkadar alkohol rendah (low-ABV) hingga nol persen (NoLo) dipilih agar tetap bisa bersosialisasi tanpa risiko mabuk parah (hangover).
- Pergeseran ke At-Home Drinking & Budaya Daycap
Aktivitas minum di kelab malam larut malam mengalami penurunan. Gen Z lebih memilih konsumsi di rumah (house party, intimate gathering) atau minum lebih awal di sore hari (the daycap / afternoon drinks) demi kenyamanan, efisiensi bujet, dan menjaga jam tidur tetap teratur.
- Functional Infusions dan Kesadaran Komposisi
Label nutrisi menjadi perhatian penting. Gen Z memprioritaskan produk dengan klaim clean label: rendah kalori, bebas gula tambahan, bebas gluten, hingga minuman beralkohol yang diinfusi bahan herbal atau adaptogen. Bagi mereka, apa yang masuk ke dalam tubuh tetap harus selaras dengan gaya hidup sehat.
- Aesthetic & Flavor-Forward Experiences
Kuantitas digantikan oleh estetika visual dan eksplorasi rasa. Minuman harus terlihat menarik saat diunggah ke media sosial—mulai dari kemasan kaleng yang dirancang desainer independen hingga koktail dengan warna cerah dan bahan lokal yang unik. Mereka minum untuk menikmati rasa dan pengalaman, bukan sekadar mencari efek teler.
Share this article:
Share via WhatsApp


